2008, 36 Kasus HIV/AIDS di Yogyakarta

Kompas.com - 01/09/2008, 21:22 WIB

YOGYAKARTA,SENIN - Di Kota Yogyakarta hingga Juli 2008 ditemukan ada 36 kasus HIV/AIDS, dan sembilan orang di antaranya dinyatakan positif mengidap AIDS. Menurut Project Implemanting Manager Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta, Lumowah Sebastianus Wibisono, Senin, meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Yogyakarta mulai terjadi pada 2000.
    
"Pada tahun itu pengguna narkoba yang memakai jarum suntik mulai menjadi korban AIDS," kata pria yang kerap disapa Mowah ini.Kata dia, secara akumulatif penderita HIV di Kota Yogyakarta sejak 1993 hingga 2008 tercatat sebanyak 453 orang, dengan kasus AIDS sebanyak 121 orang berdasarkan laporan dari sejumlah rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Daerah, Bethesda, Panti Rapih, PKU  Muhammadiyah dan RS Sarjito.
    
Berdasarkan data hingga Juli 2008 yang dibedakan pada kriteria faktor risiko, pengguna narkoba dengan jarum suntik (penasun) dan kaum heteroseksual menjadi kaum yang paling rentan terkena AIDS, masing-masing 34 persen dan 33 persen.Untuk mencegah agar penasun tidak terkena HIV/AIDS, menurut Mowah, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah memberikan jarum suntik secara gratis.

"Ini bukan memudahkan, tetapi dapat diibaratkan kami memberikan helm secara gratis kepada orang yang mengendarai sepedamotor," katanya.Ia menyebutkan kelompok yang juga rentan terhadap penularan HIV/AIDS adalah pekerja seks. "Langkah yang telah kami lakukan, yakni menumbuhkan kesadaran untuk memakai kondom," katanya.
    
Namun demikian, Mowah menilai kesadaran pekerja seks masih kurang. "Karena itu, yang perlu dilakukan adalah memberlakukan aturan tegas yaitu wajib memakai kondom di lokasi yang terkonsentrasi, dengan sanksi yang tegas pula terhadap mereka yang melanggar," katanya.

Selain itu, KPA Kota Yogyakarta terus memfasilitasi relawan peduli AIDS yang saat ini baru ada di dua kelurahan yakni Pringgokusuman dan Demangan."Kami juga akan memperluas layanan di puskesmas, karena baru ada satu puskesmas yang memiliki layanan untuk penderita AIDS yaitu di Gedongtengen, dan akan dikembangkam di Umbulharjo" katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau